Sunday, February 23, 2014

Jika Aku Menjadi Presiden Indonesia : Maka saya akan membuang Koruptor ke Pulau Kosong



Jika aku menjadi presiden Indonesia, wah a lot of things to do! Kita semua tahu deh bagaimana keadaan negara kita sekarang. Tapi hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah memberantas koruptor sampai ke akar-akarnya! Kenapa? Melihat banyaknya kasus koruptor di negeri yang katanya 'kaya', entah berapa banyak uang rakyat masuk ke kantong mereka. Geram rasanya kalau nonton berita yang bahas korupsi, sudah dikasih kepercayaan sama rakyat malah bertingkah seperti itu.

Menurut peneliti ICW (Indonesia Corruption Watch) Lola Easter hukuman berat bagi para koruptor di Indonesia naik tapi belum bikin kapok. Data dari Januari-Desember 2013 ada 185 kasus korupsi dengan 295 terdakwa yang telah diputus pengadilan. Kasus paling banyak terjadi di tingkat Pemda kemudian DPRD. Vonis ringan menurun dari 346 kasus di tahun 2012 jadi 232 di tahun 2013 ini. Lalu meningkatnya vonis sedang dari 30 kasus di 2012 menjadi 40 kasus di 2013. Dan vonis berat diatas 10 tahun naik dari 3 kasus di tahun 2012 menjadi 7 kasus di 2013 (Reza,K.,2014.detiknews)

Dari berita diatas saya bisa menyimpulkan bahwa hukuman penjara tidak ada efek jera. Jika saya presiden saya akan instruksikan KPK untuk buang para koruptor di pulau kosong. Pulau kosong tanpa penghuni yang masih banyak binatang liar, pohon rindang atau jurang sekalian. Tanpa ada bantuan sedikitpun, biar mereka merasakan sengsara dunia sebelum ke neraka. Lalu untuk keluarganya yang kecipratan mungkin akan saya bikin melarat dan akan saya pekerjakan di pekerjaan sosial (bersihkan jalan, bersihkan penjara, dll). Lalu uang rampasan dari para koruptor akan saya alokasikan untuk kegiatan negara yang bermanfaat., misalnya membangun infrastruktur atau biaya pendidikan rakyat Indonesia.
Dulu pernah ada yang namanya Pulau Buruh, seperti pulau Buruh harus difungsikan kembali tetapi untuk menaham para Koruptor bukan tahanan Politik.

Nah kira-kira begitu deh kalau saya jadi presiden Indonesia, yang korupsi harus siap di buang ke pulau kosong ya!

by. Desi Lustiani Wahyono

Wednesday, February 19, 2014

Jika aku menjadi Presiden RI: aku akan menyamar menjadi pengguna bus Mayasari Bakti jurusan Pulo Gadung Tanah Abang


Kenapa harus menyamar menjadi pengguna bus Mayasari Bakti jurusan Pulo Gadung Tanah Abang? Alasannya hanya untuk mencari tahu kenapa ada ketidaktentraman di tengah-tengah pengguna bus Mayasari Bakti.

Bagi saya yang pengguna bus Mayasari Bakti untuk pulang dan pergi ke kantor, beberapa hari ini saya selalu merasa was-was. Gimana tidak was-was,  bus yang biasa saya naiki kadang beroperasi kadang tidak. Lalu kalau tidak beroperasi saya harus naik jurusan lain yang harganya tidak tentu dan butuh beberapa kali ganti kendaraan untuk bisa sampai ke tempat tujuan. Dari ongkos sekali jalan 5000 bisa membengkak menjadi 15000. Alasannya sih karena uang setoran yang harus di berikan ke pihak Mayasari Bakti di tuntut lebih tinggi. Walaupun begitu tak seharusnya kami di telantarkan dong.



Kemungkinan besar masalahnya karena khusus untuk jurusan ini tidak ada bus lain yang menjadi saingan sehingga banyak peminat dan bus selalu penuh. Dengan kata lain setoran harusnya bisa lebih besar dong. Itulah harapan pihak Mayasari Bakti. Di sisi lain, jika tarif tetap dan setoran naik, kenek dan sopir pendapatannya jadi lebih kecil. Gimana mereka tidak protes dan berujung mogok narik? Kalau tidak mereka akan menaikan tarif bus untuk menutupi kenaikan setoran. Kalau begini ceritanya penumpang yang di rugikan L

Selain itu kadang bus ini mengambil muatan lebih banyak dari kapasitas seharusnya di jam-jam sibuk. Namanya juga untuk kejar setoran, mumpung banyak calon penumpang semua di coba di naikkan ke dalam bus. Alhasil penumpang hampir menjadi pepes selama perjalanan. Dan tidak jarang kenek suka ngomel-ngomel tidak jelas karena penumpang tidak mau merapatkan barisan. Masalahnya tidak lain dan tidak bukan untuk kejar setoran tetapi keselamatan penumpang tidak dipikirkan.

Jika aku menjadi presiden, menyamar menjadi pengguna bus Mayasari Bakti, maka saya melakukan ini:
1.       Membawa alat perekam suara dan membawa kamera tersembunyi
2.       Coba menunggu bus dan naik di jam –jam sibuk
3.       Jika melihat gelagat kenek yang tidak menyenangkan kepada penumpang rekam dan foto orangnya
4.       Cobalah menego dengan pihak Mayasari Bakti untuk menentapkan tariff setoran yang sesuai dan menambah armada bus, sekalian memperbaiki armada bus yang sudah mulai tidak layak pakai

Nah kalau sudah melakukan ini, diharapkan para pengguna bus bisa lebih nyaman dalam perjalan pulang dan pergi ke kantor mereka. Dengan demikian kita bisa lebih semangat untuk bekerja dan pulang tidak marah-marah karena sudah capek seharian. Semua senang semua nyaman bisa meningkatkan produktifitas dan pendapatan pun bertambah. Walau kali ini saya hanya menyoroti satu jurusan saja, jika jurusan dan bus lain kita tindak lanjuti dan di usahakan lebih nyaman saya yakin pendapatan Negara bisa meningkat dan nama Negara kita pun bisa terangkat. Turis-turis asing pun akan senang berkunjung ke Negara kita, jika perjalanan yang harus di hadapi nyaman dan aman.

by: Sherry Clarissa Zeria

Sunday, February 9, 2014

Jika menjadi aku presiden RI, maka saya akan menyamar jadi supir truk


Loh, ngapain lagi nih kok ada presiden yang menyamar menjadi supir truk? Urusannya hanya 1, mencari tahu, kenapa si jalan pantura itu tiap tahun harus diperbaiki?

Bagi saya yang rumah neneknya berada dijalan pantura, saban hari pulang ke Desa Karang Anyar, Pamanukan, pasti deh jalan-jalan itu rusak. tambel sana tambel sini, seperti gembel.

Kalau diperhatikan, masalahnya sebetulnya sederhana, jalanan itu dibuat memiliki batasan tekanan yang bisa diterimanya, makanya ada batasan untuk mobil bermuatan supaya tidak membawa muatan melebihi yang ditentukan.

Jadi kalau presiden menyamar menjadi supir truk, apa sih yang harus dilakukan? Gampang banget, lakukan aja hal seperti ini


  1. Pastinya jangan bilang-bilang kalau menyamar. (kalau bilang-bilang, semuanya indah laksana surga)
  2. pasang banyak kamera ditruk.
  3. Bawa muatan berlebihan, buat mengamati perilaku petugas.
  4. Setiap masuk ke jembatan timbang, lakukanlah seperti yang biasa dilakukan supir truk biasanya yaitu nge'mel' (semoga istilahnya bener) contoh :
  5. Kalau ketemu DLLAJR di lampu merah atau depan Pasar Kecamatan, juga jangan lupa ngemel ya (Soalnya, menurut teman yang berprofesi sebagai sopir, kalau tidak ngemel, didepan dicegat, dicatetin nomor polisinya)
  6. Nah, setiap ngemel, catet deh tuh nama pegawainya, paling tidak fotonya deh (ingat di truk sudah dipasangi banyak kamera)
  7. Jalanlah dari Jakarta ke Merak, kemudian ke Banyuwanyi dan kembali ke Jakarta lewat jalur selatan (sekalian ngecek)
Kalau sudah melakukan hal itu, mintalah kepada instasi DLLAJR /jembatan timbang setiap kecamatan / provinsi yang melakukan pungutan liar untuk megembalikan uang kepada para supir truk, dengan besar yang sama tanpa menggunakan APBD (duit pribadi). Kemudian pecatlah setiap kepala dinasnya, kalau perlu bupatinya (pasti kecipratanlah, bohong kalau ngga).

Saya yakin dengan rutin melakukan ini, maka ada 1 problem bangsa, satu proyek abadi, yang akhirnya bisa kita selesaikan.

Nih, contoh menarik, dari Perdana Menteri (ini setingkat presiden loh di negara Monarchy Konstitusional) Swedia yang menyamar menjadi supir taksi untuk bisa tau, apa sih yang dialami rakyatnya, apa sih yang diinginkan rakyatnya, apa sih harapan rakyatnya.
Jadi kalau saya jadi presiden RI maka saya akan menyamar menjadi supir truk pantura demi menyelesaikan proyek abadi jalur pantura ini.

Nb. jangan lupa truknya pantatnya seperti ini :p





Wednesday, February 5, 2014

Jika aku menjadi Presiden Indonesia maka pertama-tama menguatkan sektor PPP


PPP, pertanian, perternakan, perikanan.... Kok bisa di jaman modern begini? Justru inilah yang aneh dari Indonesia, kita ini negara subur, kaya dan makmur.
Memang sektor ini menurut para ahli, tidak mampu menyerap banyak tenaga kerja, tetapi, sektor inilah yang menjadi tulang punggung suatu negara. Perbankan boleh ambruk, tetapi orang masih perlu makan kan?
Lucunya negara kita yang disebut sebagai sebuah negara yang subur, ternyata masih suka import loh....

Ya, dulu memang pernah ada suatu target bagi bangsa ini, Swasembada Beras, pernah si tercapai, tetapi sekarang? Defisit pangan indonesia sudah berlangsung dari 2007, sampai 2012. mencari data 2013 belum ada.
Sebenarnya kenapa si Indonesia yang makmur ini bisa defisit pangan, ingat kelangkaan kedelai sampai memicu harga tempe dan tahu yang melambung? ingat kelangkaan daging sapi sampai harus import dari australia?

Menurut hemat saya, karena pembangunan kira semakin tidak terarah. Dulu kira punya yang namanya Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) tetapi sekarang tidak ada hal semacam ini. Betul, semua sektor memang harus ditingkatkan, namun, ada baiknya, paling tidak selama 1 tahun ada 1 sektor yang benar-benar diperhatikan lebih dan bagi saya sektor yang pertama kali diperhatikan adalah masalah pangan ini.

Modernisasikan petani kita, supaya panen bisa pakai mesin, lebih cepat. Modernisasikan kapal penangkap ikan kita. Berikan subsidi pupuk yang banyak. Berikan subsidi pengembangan keramba ikan. Berikan subsidi pengembangan peternakan. Galakkan penelitian, untuk meningkatkan mutu ikan, makanan ternak paling ciamik, pupuk yang effisien namun aman, bibit-bibit unggul. Masa si kita tidak bisa?

Tentunya tidak sampai disitu, sembari memperbesar produksi pangan, batasi ekport pangan kita, jika memang sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri, barulah dieksport. Dirikan pabrik-pabrik pengolahan supaya bahan pangan kita yang memang mau dieksport diolah dan bertambah nilai jualnya, juga menjadikan pabrik-pabrik ini sebagai tempat menampung tenaga kerja kita.

Jadi, jika saya menjadi presiden indonesia, saya akan meningkatkan sektor pertanian, perternakan, perkebunan, perikanan dalam tahun-tahun awal saya menjabat.

Tuesday, February 4, 2014

Jika Aku Menjadi Presiden Indonesia maka tidak ada subsidi BBM


"Jika Aku Menjadi Presiden Indonesia maka tidak ada subsidi BBM" Sadis ya terdengarnya, tetapi memang itulah yang akan pertama kali saya lakukan jika saya adalah seorang presiden Indonesia.

Kok bisa? Ya, memang tidak ini suatu kebijakan tidak populis, tetapi rakyat kita sudah terlalu muak dengan transaksi politik yang terjadi, lihat saja kemarin, tarik ulur berbulan-bulan, rakyat kita sengsara.

Lalu apakah tanpa subsidi BBM harga-harga akan naik pesat? Tentu tidak, justru lebih stabil karena kepastiannya lebih baik.

Untuk menanggulangi kenaikan harga, sebetulnya subsidi bisa diberikan langsung dengan tepat. Misalnya pembagian voucher kepada supir-supir truk dan angkutan masal seperti mikrolet, bus, kopaja. Kalau sudah mampu beli mobil atau bensin, masa ngga mampu beli bensinya ??

Ya... kalaupun mau subsidi, ditetapkan saja per-liter berapa subsidinya, misalkan per-liter subsidinya 2500 dan harga akan naik turun secara otomatis jika harga minyak dunia ikut naik. Atau subsidilah industri penyulingan minyak kita, supaya bisa mencukupi kebutuhan premium, solar, pertamax dalam negeri, daripada minyak mentahnya kita eksport tiap hari.

Kebijakan tidak populis, adakah capres yang mau berkata seperti ini? atau janji politik 'harga pasti turun' yang beredar? Pastinya topik Bahan bakar minyak ini, akan menjadi salah satu topik hangat dalam debat-debat menuju kursi presiden.

Beranikah ada seseorang yang akan berkata "Jika aku presiden Indonesia subsidi BBM akan saya hapuskan"

Beranikah ada seorang calon presiden 2014 berkata "Jika aku menjadi presiden, maka subsidi BBM perliter adalah 2000 rupiah"

Adakah? Beranikah? jika 'kalian' jadi Presiden Indonesia berkata, "tidak ada lagi subsidi BBM"??

Jika aku......


Ya, pemilu 2014 sudah semakin dekat, tergelitik rasanya membuat sebuah blog untuk memeriahkan suasana politik indonesia ini. Siapakah partai pemenang pemilu 2014? kita belum tahu. Lalu siapakah presiden kita mendatang? Kitapun belum tahu. Bahkan ketidaktahuan kita semakin menjadi dengan gugatan-gugatan penyelengaran pemilu serentak.......... Jadi ngga ya kita nyoblos di 9 April 2014?

Blog ini dibuat bukan hanya menjadi sumber pemikiran saya, namun terbuka bagi semua orang yang ingin memberikan pendapat, apakah yang akan anda lakukan jika anda menjadi seorang presiden Indonesia?

Kalau ada yang mau menjadi kontributor silahkan hubungi saya..

Selamat membaca dan berdiskusi ditahun politik ini...