Jika anda seorang presiden, menyikapi kehidupan sehari-hari, pemberitaan sehari-hari, apa yang anda lakukan??
Tuesday, February 4, 2014
Jika Aku Menjadi Presiden Indonesia maka tidak ada subsidi BBM
"Jika Aku Menjadi Presiden Indonesia maka tidak ada subsidi BBM" Sadis ya terdengarnya, tetapi memang itulah yang akan pertama kali saya lakukan jika saya adalah seorang presiden Indonesia.
Kok bisa? Ya, memang tidak ini suatu kebijakan tidak populis, tetapi rakyat kita sudah terlalu muak dengan transaksi politik yang terjadi, lihat saja kemarin, tarik ulur berbulan-bulan, rakyat kita sengsara.
Lalu apakah tanpa subsidi BBM harga-harga akan naik pesat? Tentu tidak, justru lebih stabil karena kepastiannya lebih baik.
Untuk menanggulangi kenaikan harga, sebetulnya subsidi bisa diberikan langsung dengan tepat. Misalnya pembagian voucher kepada supir-supir truk dan angkutan masal seperti mikrolet, bus, kopaja. Kalau sudah mampu beli mobil atau bensin, masa ngga mampu beli bensinya ??
Ya... kalaupun mau subsidi, ditetapkan saja per-liter berapa subsidinya, misalkan per-liter subsidinya 2500 dan harga akan naik turun secara otomatis jika harga minyak dunia ikut naik. Atau subsidilah industri penyulingan minyak kita, supaya bisa mencukupi kebutuhan premium, solar, pertamax dalam negeri, daripada minyak mentahnya kita eksport tiap hari.
Kebijakan tidak populis, adakah capres yang mau berkata seperti ini? atau janji politik 'harga pasti turun' yang beredar? Pastinya topik Bahan bakar minyak ini, akan menjadi salah satu topik hangat dalam debat-debat menuju kursi presiden.
Beranikah ada seseorang yang akan berkata "Jika aku presiden Indonesia subsidi BBM akan saya hapuskan"
Beranikah ada seorang calon presiden 2014 berkata "Jika aku menjadi presiden, maka subsidi BBM perliter adalah 2000 rupiah"
Adakah? Beranikah? jika 'kalian' jadi Presiden Indonesia berkata, "tidak ada lagi subsidi BBM"??
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment